Jumat, 18 April 2008

Petani di Jambi Sulit Dapatkan Pupuk Bersubsidi

Jambi-Ribuan petani di Provinsi Jambi kini kesulitan mendapatkan pupukbersubsidi pasca terjadinya aksi penyelewengan pupuk bersubsidi yangdilakukan mafia pupuk dengan mengganti kantung-kantung pupuk tersebut.Sementara itu Polda Jambi kini tengah memeriksa sejumlah pelaku mafiapupuk yang berhasil dibongkar baru-baru ini.




Sukiman (56) salah seorang petani di Kecamatan Rantau Rasau, KabupatenTanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi kepada wartawan di Kota Jambi,Jumat (18/4/2008) menuturkan, dirinya sudah beberapa bulan ini tidak lagimendapatkan jatah pupuk bersubsidi. Padahal menurutnya, keberadaanpupuk bersubsidi itu sangat dibutuhkan petani mengingat harganya jauhlebih murah.


"Kalau pupuk bersubsidi harga per sak isi 50 kilogram (kg) hanyaRp60.000. Tetapi, karena pupuk bersubsidi itu tidak ada, terpaksapetani membeli pupuk non subsidi yang harganya jauh lebih mahal,hingga mencapai Rp140.000 per sak,"katanya.


Selain di Tanjabtim, kelangkaan pupuk bersubsidi juga terjadi diKabupaten Muaro Jambi dan di Kabupaten Batanghari. Ratusan petani didua kabupaten itu juga bernasib serupa. Bahkan menurut mereka, sejaksulitnya mendapatkan jatah pupuk bersubsidi dan tidak ada duit petaniuntuk membeli pupuk non subsidi.


Petani terpaksa petani di dua daerah itu tidak sedikit yang mengambillangkah tidak lagi memberikan pupuk di areal pertaniannya.Sehingga,seperti disebutkan K Lubis (51) salah seorang petani padi sawah diKabupaten Muaro Jambi, dirinya tidak lagi memberikan pupuk disawahnyakarena pupuk bersubsidi sulit diperolehnya.


Kusnun Dipanggil Polis


Kusnun (48) salah seorang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) diKecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi yang membongkar penyelewenganpupuk bersubsidi oleh sendikat mafia pupuk dengan menggantikantung-kantung pupuk bersubsidi beberapa waktu lalu, kini telahmemberikan keterangan kepada Polisi dari Mabes Polri.


Menurut Kusnun, dirinya yang dipanggil dua perwira polisi di HotelAbadi Jambi, merupakan anggota dari Bareskrim Mabes Polri. Keduaperwira polisi yang memanggil dirinya dengan tujuan tidak jelas itubernama, Komisaris Besar Polisi (Kompol) Yayan dan seorang lainnyaberpangkat serupa bernama Totok.


Dijelaskan Kusnun, dari hasil pembicaraan dengan kedua perwiramenengah polisi yang memanggil dirinya tidak jelas tujuannya. Sebab,saat Kusnun menjelaskan kronologis terjadinya penyelewengan pupukbersubsidi yang dilakukan mafia pupuk berikut bukti-bukti yang diamilikinya, ternyata masih tampak kedua petugas polisi itu tidakmenunjukan niatnya untuk membantu petani. Lee


(Teks Foto : Mafia Pupuk : Seorang PPL bernama Kusnun beranimelaporkan kepada pihak kepolisian setempat, soal ratusan ton pupukbersubsidi itu pun raib setelah kantong-kantong pupuk diganti oknumyang mempekerjakan puluhan warga setempat untuk aktivitas haram itu.Gambar diabadikan Rabu (15/4/2008) di salah satu Gudang di KecamatanKumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Foto istimewa.)

Tidak ada komentar: